Cara Anti Ribet Bangun Rumah Dengan Jasa Arsitek
Sebelumnya sudah kita bahas pada artikel Cara Punya Rumah Lunas Untuk Mencapai F.I.R.E , bagaimana cara memilih tanah untuk tempat tinggal. Pada artikel kali ini kita akan bahas cara membangun rumah diatas tanah dengan anti ribet menggunakan jasa arsitek.
Opsi membangun menggunakan jasa arsitek ini ditujukan bagi anda yang tidak punya banyak waktu untuk belanja bahan, pengawasan tukang dan tentunya ingin membangun langsung jadi (bukan bangun bertahap).
Belajar dari yang sudah pengalaman bangun rumah tanpa arsitek dan pengawas itu banyak drama, masalah desain,material masalah tukang ada ada aja. Jadi mending invest lebih ke arsitek, kita tinggal mantau progressnya saja dan maintain pembayaran.
Tugas arsitek adalah menerjemahkan kemauan rumah yang ingin kita bangun, dalam proses tersebut pasti ada adjustment desain beberapa kali. Jangan ragu-ragu buat mengutarakan ide serta masukan kalian dengan arsitek, justru mereka perlu input dari kalian.
Berikut contoh gambar pembahasan saat meeting dengan arsitek, mengenai layout, ekterior dan interior bangunan :
![]() |
Gambar meeting pertama, layout dan gambaran eksterior bangunan |
![]() |
Gambar meeting kedua, gambar 3D eksterior, interior dan layout furniture |
intinya ini proses berulang, jadi sering konsultasi ke arsitek dan site visit. Kalau rumah beli jadi itu sudah template tidak bisa di personalisasi sesuai kebutuhan kita, bisa jadi yang kita butuhkan adalah rumah dengan 4 kamar yang jarang sekali ditemukan pada rumah rancangan developer, atau kita sekedar ingin space untuk taman depan untuk berkebun. Bangun rumah sendiri itu custom jadi di tengah pengerjaan pasti ada hal-hal yang berbeda dengan gambar. Akan lebih baik Arsitek juga merangkap pengawas kontraktor, karena arsitek sebagai pengawas bisa memastikan kesesuaian spesifikasi dan layout antara gambar dan pekerjaan kontraktor di lapangan
Untuk maintain pembayaran kita bisa bikin surat kerja sama dalam bentuk SPK yang menyebutkan termin pembayaran, artinya dibayar ketika tahapan progress selesai, jadi worry less karena kalau ada kenapa napa risiko kerugian bisa diminimalisir. berikut contoh SPK yang biasa dipakai antara pemilik rumah dan kontraktor
Setelah itu baru minta BQ/RAB pekerjaan, dari situ kita tahu ongkos tukang dan spesifikasi material yang digunakan. Kalau ada pekerjaan dan tambahan material diluar itu, akan dibuat di RAB terpisah nantinya, namanya RAB pekerjaan tambahan.
Comments
Post a Comment
Komentar anda akan masuk langsung ke email pribadi saya